bacaan berjalan




Atribut Width dan Height di Tag Marquee


SELAMAT DATANG

Minggu, 24 April 2016

Hukum Wanita Tidak Berjilbab


Hukum Wanita Tidak Berjilbab dalam Islam

Setiap perintah yang diberikan oleh Allah, tidak ada satupun yang membuat rugi manusia. Apa yang Allah perintahkan keseluruhannya dapat memberikan manfaat dan keselamatan bagi manusia. Betapa Allah ciptakan perintah bukan hanya sekedar untuk diikuti atau hanya sekedar menjalankan, tetapi memiliki manfaat yang luar biasa besarnya.


Termasuk dalam hal ini mengenai perintah berjilbab terhadap wanita. Di dalam islam, wanita memiliki kewajiban untuk menutup auratnya. Menutup aurat ini tentunya bukan hanya sekedar untuk menjalankan perintah semata, tetapi memiliki efek yang banyak terhadao diri wanita dan orang-orang yang berada di sekitarnya atau masyarakat.
Berikut adalah penjelasan mengenai hokum wanita berjilbab dalam islam beserta dalil yang Allah turunkan melalui Al-Quran.
Dalil Mengenai Perintah Berjilbab Bagi Wanita

Di dalam Al-Quran terdapat beberapa dalil yang berkenaan dengan kewajiban wanita berjilbab. Hukum Wanita Tidak Berjilbab diantaranya dalam ayat-ayat berikut ini beserta penjelasannya.
  1. Dalam QS Al Ahzab : 59
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)
Ayat ini adalah ayat yang secara eksplisit menjelaskan bahwa wanita harus mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Artinya adalah berkewajiban untuk menggunakan kain yang menutupi tubuh dan auratnya sehingga tidak terlihat. Untuk itu, bagaimanapun seorang wanita yang sudah baligh harus menutupi auratnya dan tubuhnya. Apalagi, hal ini ditambah dengan berbagai penelitian bahwa hamper seluruh tubuh wanita memiliki keindahan dan dapat menarik hasrat seksual bagi lawan jenis.
Dampak Jika Wanita Tidak Berjilbab atau Menutup Aurat

Setiap perintah Allah jika tidak ditaati maka akan banyak berefek besar terhadap kehidupan kita. Untuk itu, bersyukurlah manusia karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan perintah Allah. Setiap yang Allah perintahkan tidak akan merugikan justru kita akan merugi jika kita tidak mengikuti perintah Allah. Berikut adalah dampak jika wanita tidak taat kepada Allah dan bersikap acuh tak acuh dalam menjalankan perintah untuk menutup aurat.
  1. Muncul Berbagai Kemaksiatan
Wanita yang tidak menutup aurat akan banyak memunculkan kemaksiatan di masyarakat. Misalnya saja pelecehan seksual, pemerkosaan, tidak adanya batasan pergaulan, perzinahan karena mereka tidak menjaga dan mengumbar auratnya. Banyak kasus-kasus pelecehan dan pemerkosaan akibat dari wanita kurang bisa menjaga auratnya dengan baik.
Untuk itu, kita pasti tidak ingin hal tersebut terjadi pada wanita, baik diri kita, saudara, atau pun keluarga kita. Untuk itu, jangan sampai jilbab ditinggalkan dan aurat terbebaskan karena diri kita sendiri yang melakukannya.
  1. Tidak ada Nilai Kesopanan di Masyarakat
Dengan tidak ditutupnya aurat perempuan tentu hal ini akan membuat nilai-nilai kesopanan dan etika di masyarkaat berkurang. Aurat yang terbuka begitu saja tentu membuat lingkungan akan menjadi tidak fokus, pergaulan menjadi lebih bebas dan tidak terkendali. Banyak sekali pelecehan seksual, pembicaraan mengenai hal-hal yang tidak sopan akibat dari tidak adanya nilai kesopnan di masyarakat yang dimulai dari aurat yang tidak tertutup oleh wanita.
  1. Merusak Moral Manusia
Manusia berbeda dengan hewan. Manusia memiliki batas, sedangkan hewan tidak. Batas-batas manusia adalah aurat dan dirinya sendiri. Untuk itu wanita yang menjaga dirinya dengan menutup jilbab maka dia akan mendapatkan kemuliaan dan menjaga akhalknya sendiri. Sedangkan yang mengumbar auratnya tentu saja akan berefek kepada moralnya juga. Untuk itu, jilbab adalah seperti pagar moral kita agar tidak melangkah untuk berbuat kemaksiatan.